Jeruk

Friday, 31 January 2014

STRATEGI PEMBELAJARAN



1            PENGERTIAN STRATEGI PEMBELAJARAN

Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Strategi bisa juga diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan ada empat strategi dasar dalam belajar mengajar yang meliputi hal-hal berikut :

1.                     Mengidentifikasi serta menetetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagai mana diharapkan.
2.                     Memilih system belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat.
3.                     Memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan tehnik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan gegiatan mengajarnya.
4.                     Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau criteria serta standar keberhasilan hingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan efaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik penyempurnaan system instisional yang bersangkutan.[1]
Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Dalam hal ini tidak seluruh perubahan yang terjadi pada diri individu merupakan perubahan dalam arti belajar.ciri- ciri khusus perubahan tingkah laku dalam pengertian belajar
1.                  Perubahan yang terjadi secara sadar
2.                  Perubahan dalam belajar bersifat continue dan fungsional
3.                  Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif
4.                  Perubahan dalam belajar bukan besifat sementara
5.                  Perubahan yang terjadi dalam belajar itu terarah dan bertujuan
6.                  Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku
Mengajar menurut definisi lama yaitu penyerahan kebudayaan berupa pengalaman-pengalaman kecakapan kepada anak didik. Atau usaha mewariskan kebudayaan masyarakat pada generasi yang berikut sebagai generasi penerus. Sedangkan menurut Dr, Deqeueliy dan Prof. Gazali M.A mengajar adalah menanamkan pengetahuan pada seseorang dengan cara paling singkat dan tepat. Sedangkan menurut definisi yang modern di Negara-negara yang sudah maju yaitu memberikan bimbingan kepada siswa dalam proses mengajar. Dari pendapat pendat yang ada kemudian Alvin W. Howard memberikan pendapatnya bahwa mengajar adalah suatu aktifitas untuk mencoba menolong, membimbing seseorang untuk mendapatkan, merubah atau mengembangkan skill, attitude, ideals (cita-cita), dan appreciations(penghargaan)[2]
Ada tiga jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran, yakni (1) Strategi pengorganisasian pembelajaran, (2) Strategi penyampaian pembelajaran, (3) Strategi pengelolaan pembelajaran. Belajar pada hakikatnya adalah perubahan yang terjadi didalam diri seseorang setelah berakhirnya melakukan aktivitas belajar walaupun dalam kenyataanya tidak semua perubahan termasuk katagori belajar. Sedangkan menurut Nana sujana mengajar pada hakekatnya adalah suatu proses, yaitu proses mengatur, mengorganisasi. Lingkungan yang ada disekitar anak didik, sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong anak didik melakukan proses belajar. Pada tahap berikutnya mengakar adalah proses memberikan bimbingan/ bantuan kepada anak didik dalam melakukan proses belajar akhirnya bila hakikat belajar adalah perubahan maka hakikat belajar mengajar adalah proses pengaturan yang dilakukan oleh guru[3]

2              PENGERIAN STRATEGI PEMBELAJARAN MENURUT PARA AHLI

Menurut Sanjaya (2007) istilah strategi, sebagaimana banyak istilah lainnya. Dipakai dalam banyak konteks dengan makna yang tidak selalu sama. Strategi berarti pola umum perbuatan guru-peserta didik di dalam perwujudan kegiatan belajar-mengajar. Sifat umum pola tersebut berarti bahwa macam dan urutan perbuatan yang dimaksud tampak dipergunakan dan dipercayakan guru-peserta didik di dalam bermacam-macam peristiwa belajar.

Ø    Kemp (1995) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat dicapai
Ø    Kozma (2001) secara umum menjelaskan bahwa strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap kegiatan yang dipilih , yaitu yang dapat memberikan fasilitasi atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan pembelajaran tertentu
Ø    Gerlach dan Ely menjelaskan bahwa pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu
Ø    Dick dan Carey (2007) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran terdiri atas seluruh komponen materi pembelajaran dan prosedur atau tahapan kegiatan belajar yang digunakan oleh guru dalam rangka membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
Ø    Cropper (2998) mengatakan bahwa strategi pembelajaran merupakan pemilihan atas berbagai jenis latihan tertentu yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Ada dua hal yang patut dicermati dari pengertian-pengertian di atas. Pertama, strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaiaan kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya kekuatan dalam pembelajaran. Kedua, strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu.

3              HAKIKAT STRETEGI PEMBELAJARAN

Mengajar adalah proses perubahan prilaku berkat pengalaman dan latihan artinya tujuan kegiatan adalah perubahan tingklah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan, maupun sikap, bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi. Kegiatan belajar mengajar seperti mengorganisasi pengalaman belajar, mengolah kegiatan belajar mengajar, menilai proses dan hasil belajar, kesemuanya termasuk dalam cakupan tanggung jawab guru. Jadi hakikat belajar adalah perubahan. [4]

Belajar bukan sekedar menghapal dan bukan pula mengingat saja. Akan tetapi belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Oleh sebab itu belajar adalah proses proses aktif, proses berinteraksi terhadap semua situasi yang ada disekitar individu, proses yang diarahkan pada tujuan, proses berbuat pengalaman. Belajar adalah proses melihat, mengamati, memahami sesuatu. Apabila kita berbicara tentang belajar, maka kita berbicara bagaimana mengubah tingkah laku seseorang. Inilah dimaksud dengan hakikat belajar. Dengan kata lain dalam proses pengajaran atau interaksi belajar yang menjadi persoalan utama ialah adanya proses belajar pada siswa yakni proses perubhan tingkah laku siswa melalui berbagai pengalaman yang diperolehnya. Dalam konsep ini tersirat bahwa peran guru adalah pemimpin belajar dan fasilitator belajar. Mengajar bukan sekedar menyampaikan pelajaran, melainkan suatu proses membelajarkan siswa. [5]


4              STRATEGI BELAJAR MENGAJAR

Strategi belajar mengajar adalah pola umum yang perbuatan guru-siswa di dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar. Maksudnya, strategi disini menunjuk kepada karekteristik yang abstrak dari rentetan perbuatan guru-siswa di dalam peristiwa belajar mengajar.sedangkan yang rentetan guru-siswa dalam suatu peristiwa belajar mengajar actual tertentu dinamankan prosedur instruksional

5              KONDISI DAN STRATEGI BELAJAR
untuk meningkatkan cara belajar yang efektif perlu memperhatikan beberapa hal, yaitu:

§     Kondisi Internal

Yang dimaksud dengan kondisi internal adalah kondisi(situasi) yang ada di dalam diri siswa itu sendiri misalnya kesehatan, keamanan, ketentraman, dan sebaainya. Menurut Maslow ada tujuh kebutuhan primer manusia yang harus dipenuhi yaitu:
1.                  Kebituhan fisiologis
2.                  Kebutuhan keamanan
3.                  Kebutuhan kebersamaan dan cinta
4.                  Kebutuhan akan status
5.                  Kebutuhan image
6.                  Kebutuhan untuk mengetahui dan mengerti
7.                  Kebutuhan estetika

§     Kondisi Eksternal

Yang dimaksud dengan kondisi eksternal adalah kondisi yang ada diluar diri pribadi manusia.

§     Strategi Belajar

Belajar yang efisien akan tercapai apabila dapat menggunakan strategi belajar yang tepat. Adapun strategi yang perlu diperhatikan yaitu:
1.                  Keadaan jasmani
2.                  Keadaan emosional dan social
3.                  Keadaan lingkungan
4.                  Memulai belajar
5.                  Membai pekerjaan
6.                  Adakan control
7.                  Pupuk sikap optimis
8.                  Waktu bekerja
9.                  Membuat suatu rencana kerja
10.              Menggunakan waktu[6]

6.       KOMPONEN-KOMPONEN STRATEGI PEMBELAJARAN

Ø    Tujuan
Tujuan adalah suatu cita-cita yang ingin dicapai dari pelaksanaan suatu kegiatan.
Ø    Bahan pelajaran
Bahan pelajaran adalah substansi yang akan disampaikan dalam proses belajar mengajar
Ø    Kegiatan belajar mengajar
Kegiatan belajar adalah inti kegiatan dalam pendidikan segala sesuatu yang telah diprogramkan akan dilaksanakan dalamproses belajar mengajar
Ø    Metode
Metode adalah suatu cara yang di[ergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
Ø    Alat
Alat adalah segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pengajaran.
Ø    Sumber pelajaran
Sumber pelajaran yang dimasud adalah sebagai sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat dimana bahan pengajaran terdapat atau asal untuk belajar seseorang
Ø    Evaluasi
Evaluasi adalah kegiatan atau proses untuk mengumpulkan atau menilai data secara sekuas-luasnya, sedalam-dalamnya bertujan mengetahui, mendorong, dan mengembangkan kemampuan belajar peseta didik[7]


[1] Drs. Syahrul Bahri Djamarah dan Drs. Aswan Zain.2006. Strategi Belajar Mengajar. (Jakarta: Rineka Cipta) hal.05
[2] Drs. M. syafil S. 1996. Strategi Belajar Mengajar. (pekanbaru:­­­ tidak diterbitkan) hal.01
[3] Dr. Hamzah B. Uno, M.Pd. 2011. Perencanaan Pembelajaran. (Jakarta: Bumi Aksara) hal.45
[4] Drs. Syahrul Bahri Djamarah dan Drs. Aswan Zain.2006. Strategi Belajar Mengajar. (Jakarta: Rineka Cipta) hal.10
[5] Drs. M. syafil S. 1996. Strategi Belajar Mengajar. (pekanbaru:­­­ tidak diterbitkan) hal.05
[6] Drs. M. syafil S. 1996. Strategi Belajar Mengajar. (pekanbaru:­­­ tidak diterbitkan) hal.07
[7] Drs. Syahrul Bahri Djamarah dan Drs. Aswan Zain.2006. Strategi Belajar Mengajar. (Jakarta: Rineka Cipta) hal.041

Wednesday, 29 January 2014

KETERAMPILAN MENJELASKAN

Keterampilan menjelaskan merupakan aspek yang sangat penting bagi guru dan pengajar lain karena sebagian besar percakapan pembelajaran yang mempunyai pengaruh besar terhadap pemahaman siswa adalah berupa penjelasan. Penguasaan keterampilan menjelaskan yang didemonstrasikan guru akan memungkinkan siswa memiliki pemahaman yang mantap tentang masalah yang dijelaskan, serta meningkatnya keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Seorang guru harus dapat menjelaskan berbagai hal kepada peserta didiknya. Penjelasan yang disampaikan harus sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir peserta didik. Misalnya guru akan menjelaskan konsep ”atas”. Jika peserta didiknya adalah anak usia TK (4 – 5 tahun) maka dia harus menjelaskan konsep tersebut secara konkret dan nyata. Begitu pula pada siswa Tingkat SD, SMP, SMA, dan Tingkat Tinggi.

A.            Pengertian Keterampilan Menjelaskan
keterampilan yaitu kemampuan untuk menggunakan akal, fikiran, ide dan kreatifitas dalam mengerjakan, mengubah ataupun membuat sesuatu menjadi lebih bermakna sehingga menghasilkan sebuah nilai dari hasil pekerjaan tersebut.
keterampilan/ kemampuan tersebut pada dasarnya akan lebih baik bila terus diasah dan dilatih untuk menaikkan kemampuan sehingga akan menjadi ahli atau menguasai dari salah satu bidang keterampilan yang ada.
Menjelaskan menurut JJ. Hasibuan dan Moedjiono berarti menyajikan informasi lisan secara sistematis dengan tujuan menunjukkan hubungan.
Pengertian menjelaskan adalah mendeskripsikan secara lisan tentang suatu benda, keadaan, fakta dan data sesuai dengan waktu dan hukum-hukum yang berlaku. Menjelaskan juga dapat diartikan sebagai penyajian informasi lisan yang diorganisasikan secara sistematis yang bertujuan untuk menunjukkan hubungan, mislnya antara sebab dan akibat, atau antara yang diketahui dan yang belum diketahui, atau antara hukum (dalil dan definisi) yang berlaku umum dengan bukti atau contoh sehari-hari.
Dari sini diketahui menjelaskan merupakan aktivitas yang paling sering dilakukan oleh guru dalam menyampaikan informasi. Dalam kegiatan pembelajaran, menjelaskan berarti mengorganisasikan, menyajikan, dan menyampaikan materi pembelajaran dalam tata urutan yang terencana secara sistematis sehingga dengan mudah dapat dipahami oleh peserta didik.
Maka keterampilan menjelaskan merupakan suatu aspek penting yang harus dimiliki guru, mengingat sebagian besar pembelajaran menuntut guru untuk memberikan penjelasan. Oleh sebab itu keterampilan menjelaskan perlu ditingkatkan agar suatu pembelajaran dapat mencapai hasil yang optimal.   

B.            Tujuan Keterampilan Menjelaskan
Beberapa tujuan yang akan dicapai dalam memberikan penjelasan di kelas, antara lain :
             Untuk membimbing siswa-siswi memahami dengan jelas jawaban dari pertamyaan “mengapa” yang dikemukakan oleh guru atau yang diajukan oleh siswa-siswi.
             Menolong siswa-siswi mendapat dan memahami hukum, dalil, dan prinsip-prinsip umum secara objektif dan nalar
             Melibatkan siswa-siswi untuk berfikir memecahkan masalah atau pertanyaan
             Untuk mendapat umpan balik dari siswa-siswi mengenai tingkat pemahamannya dan untuk menghayati dan mendapat proses, peralatan, dan penggunaan bukti dalam penyelesaian keadaan (situasi) yang meragukan (belum pasti).

C.            Prinsip-Prinsip Keterampilan Menjelaskan
·         Penjelasan harus relevan dengan tujuan pembelajaran
·         Guru dapat memberikan penjelasan apabila ada pertanyaan dari siswa-siswi ataupun direncanakan oleh guru sebelumnya.
·         Penjelasan itu sendiri, materinya harus bermakna bagi siswa-siswi.
·         Penjelasan dapat diberikan di awal, di tengah, ataupun di akhir jam pertemuan (pelajaran), bergantung pada keperluannya. Penjelasan dapat juga diselingi dengan tanyab-jawab. 

D.            Komponen Keterampilan Menjelaskan
Komponen-komponen Mengajar Menjelaskan dapat ditinjau secara garis besar terbagi dua, yaitu dari sisi menganalisis dan merencanakan dan penyajian.
·         Menganalisis dan Merencanakan
·         Sebelum guru memberikan penjelasan, guru harus merencanakan apa saja yang akan disampaikan dan memperkirakan hal-hal yang akan terjadi. Adapun yang berkaitan dalam tahap ini yaitu:
·         Materi
·         Menganalisis masalah secara keseluruhan. Dalam hal ini termasuk mengidenfikasi unsure-unsur apa yang dihubungkan (dikaitkan) dalam penjelasan itu.
·         Menentukan jenis hubungan yang ada antara unsure-unsur yang dikaitkan itu.
·         Menggunakan hukum,rumus, atau generalisasi yang sesuai dengan hubungan yang telah ditentukan. Dalam hal ini juga termasuk kemungkinan penerapan hokum tadi dalam peristiwa lain.
·         Peserta Didik
Mengetahui peserta didik sebagai penerima penjelasan sanghatlah penting bagi guru,karena keberhasilan dan tidak berhasilnya penjelasan tersebut sangat berpengaruh kepada kesiapan peserta didik yang mendengarkannya. Hal  ini dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, kemampuan, latar belakang social, dan lingkungan belajar. Maka dari itu dalam merencanakan harus memperhatikan factor tersebut.  Ada tiga yang harus membimbing seseorang untuk merencanakan suatu penjelasan, yaitu:
·         Apakah kejelasan itu releven dengan pertanyaan yang diajukan oleh peserta didik atau dengan situasi yang kelihatannya membinggungkan mereka.
·         Apakah penjelasan sudah memadai, yaitu mudah diserap oleh peseerta didik melalui apa yang telah diketahuinya
·         Apakah penjelasn itu cocok dengan khazanah pengetahuan anak pada waktu itu.
·         Penyajian
·         Kejelasan
Dalam menyajikan suatu penjelasan dapat dicapai dengan berbagai cara. Bahasa yang diucapkan harus jelas kata-katanya, ungkapannya, maupun volume suaranya. Pembicaraan dilakukan dengan lancer, dengan menghindari kata-kata yang tidak perlu seperti “ee”, “aa”, “mm”, “hm”, “eh” dan sebagainya. Kalimat disusun dengan tata bahasa yang baik, dengan menghindari kalimat yang tidak lengkap. Istilah-istilah teknis ataupun istilah baru harus didefinisikan dengan jelas, dan hindarilah istilah dan ungkapan yang meragukan seperti, “yang semacam itu”, “kira-kira sekian”, “dua atau tiga saja cukup”, “satu atau dua minggu”, “beberapa”. Disamping memperhatikan bahasa yang baik tata kalimatnya, jelas ucapannya, dan telah didefinisikan istilah baru dan asing, guru juga hendaknya menggunakan waktu diam senyenak (senyap) untuk melihat apakah yang dijelaskann itu telah  dimengerti oleh siswa-siswi ebelum dilanjutkan dengan penjelasan lain atau mengajukan pertanyaan.
·         Penggunaan Contoh atau Ilustrasi
Pola pemberian contoh dengan mengaitkannya dengan generalisasi (dalil) biasanya menjadikan penjelasan lebih efektif. Salah atu contoh pola ini yang sangat dianjurkan untuk digunakan adalah dalil-contoh-dalil, yakni dimulai dengan suatu pernyataan pendahuluan singkat atau generalisasi (dalil), diikuti dengan contoh-contoh pernyataan (dalil) tadi, dan disimpulkan dengan mengulang pertama.
Pada umumnya ada dua pola menghubungkan contoh dan dalil ini yang mempunyai keefektifan tinggi, yaitu :
o             Pola induktif, yakni guru memberikan contoh-contoh terlebih dahulu, dan akhirnya dari contoh-contoh tersebut ditarik kesimpulan umum atau dalil (rumus)
o             Pola deduktif, yakni contoh-contoh digunakan untuk memperjelas atau merinci lebih dalam suatu hokum atau feneralisasi yang telah diberikan lebih dahulu.
Pola mana yang akan dipakai akan angat bergantung kepada jenis bidang studi, usia siswa, dan latar belakang pengetahuan murid tentang pelajaran tersebut. Sehubungan juga dengan pola dalil dan contoh ini adalah penggunaan kata-kata penghubung dan ungkapan-ungkapan khusus secara teknis dan kelompok istilah yang digunakan unutk menghubungkan ide-ide dalam suatu penjelasan.
·         Pemberian Tekanan
Untuk memudahkan belajar, pusatkan perhatian kepada hal-hal yang mendasar dari masalah-masalah yang dibicarakan, dan pada saat yang bersamaan, kurangi pembicaraan pada hal yang kurang penting. Bagian keterampilan memberikan pemberian tekanan terbagi 2 :
1.            Mengadakan variasi dalam gaya mengajar guru. Yang banyak dilakukan adalah memberikan tekanan pada suara guru dalam butir-butir yang dianggap penting.
2.            Membuat struktur sajian, yaitu memberikan informasi yang menunjukan arah atau tujuan utama sajian. Hal ini dapat dilakukan dengan tiga cara :
             Dengan memberikan ikhtisar dan pengulangan,
             Dengan memarafrase ( mengatakan dengan kalimat lain) jawaban peserta didik,
             Dengan memberikan (isyarat) lisan seperti “ pertama”, “kedua”, dan sebagainya.
·         Pemberian Balikan
Dalam menyajikan pengjelasan, guru hendaknya memberi kesempatan kepada siswa-siswi unutk menunjukkan pemahaman ataupun keraguannya selagi penjelasanya itu berlangsung. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan dan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menjawabnya, ataupun dengan memperhatikan tingkah lakuk dan mimic mereka selama penjelasan itu disajikan.
Berdasarkan balikan itu guru melakukan penyesuaian dalam penyajiannya, misalnya kecepatannya, memberikan contoh tambahan atau penggunaannya atau mengulangi atau menyebut kembali hal-hal yang penting. Pemahaman dan keterlibatan peserta didik dapat ditingkatkan dengan cara memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyebutkan contoh-contoh berdasarkan pengalaman mereka sendiri.

E.            Penerapan Keterampilan Menjelaskan
Pada hakikatnya fungsi utama menjelaskan adalah sebagai alat komunikasi. Oleh karena itu, keterampilan guru untuk menjelaskan masalah atau teori kepada siswa harus mumpuni sehingga siswa mudah menerima dan menyerapnya. Penjelasan oleh guru selain untuk memberikan pemahaman, juga untuk meningkatkan kemampuan berpikir, mengungkapkan gagasan, perasaan, pendapat, persetujuan, keinginan, penyampaian informasi tentang suatu peristiwa dan kemampuan memperluas wawasan.
Pentingnya penguasaan keterampilan menjelaskan adalah dengan penguasaan ini memungkinkan dapat meningkatkan efektivitas penggunaan waktu dan penyajian penjelasannya, mengestimasi tingkat pemahaman siswa, membantu siswa memperluas cakrawala pengetahuannya, serta mengatasi kelangkaan buku sebagai sarana dan sumber belajar.
Keterampilan menjelasakan merupakan salah satu keterampilan yang sangat penting dalam proses belajar – mengajar, tidak hanya penting bagi siswa, tetapi juga sangat penting bagi guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Dengan penjelasan guru yang memicu siswa, maka siswa dapat berbalik mengungkapkan atau mengekspresikan gagasan atau pendapat, pemikiran, dan perasaan yang dimiliki. Selain itu, dapat mengembangkan daya pikir dan kreativitas siswa dalam belajar.
Menjelaskan merupakan suatu  keterampilan yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara langsung. Menjelaskan adalah suatu kegiatan yang aktif dan produktif serta memerlukan cara berpikir yang teratur yang diungkapkan dengan cara percakapan, penulisan dipapan atu slide, atau praktek dengan media. Menjelaskan juga dipengaruhi oleh keterampilan produktif  lainnya, seperti aspek berbicara maupun keterampilan reseptif yaitu aspek pemahaman kosa kata, diksi, keefektifan kalimat, penggunaan ejaan, dan  bahasa tubuh serta keterampilan menggunakan media.
Permasalahan suatu pembelajaran bisa muncul bersamaan dengan berkembang dan meningkatnya kemampuan siswa, situasi dan kondisi lingkungan yang ada, pengaruh informasi dan kebudayaan, serta berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Guru merupakan kunci dalam pelurusan masalah, mereka berada di titik sentral untuk mengatur, mengarahkan dan menciptakan suasana kegiatan belajar mengajar yang yang diinginkan. Oleh karena itu, secara tidak langsung, guru harus lebih profesional, inovatif, perspektif, dan proaktif dalam kelas, yang salah satunya dengan cara memberikan suatu pelurusan kepada siswa dengan cara penyampaian penjelasan yang bisa diterima siswa dengan mudah. Salah satu contohnya adalah dengan mengulangi pertanyaan yang diungkapkan oleh siswa kemudian menyebarkan pertanyaan tersebut kepada seluruh kelas. Selanjutnya dari jawaban-jawaban yang diberikan oleh siswa, guru menyimpulkan atau meluruskan jawaban yang sebenarnya.
Pada kenyataannya cara mengajar guru tidak seperti yang diharapkan, guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran melakukan kesalahan yang tidak disadari, antara lain
1. Ketika melakukan kegiatan menjelaskan, guru hanya duduk terus menerus.
Sebaiknya guru jangan duduk terus menerus. Dengan adanya perpindahan posisi, akan menciptakan perhatian siswa.
2. Suara guru terlalu pelan, dan pandangan tidak menyapu.
Sebaiknya suara guru harus dapat didengar oleh seluruh kelas dan pandangan menyapu ke seluruh kelas.
3. Guru terlalu bertele-tele
Sebaiknya penjelasan yang diberikan secukupnya, dan diselingi dengan pertanyaan-pertanyaan yang mampu mengarahkan pada materi yang akan diajarkan.
4. Guru tidak memiliki perencanaan awal yang akan diajarkan kepada siswa.
Sebelum melakukan proses pembelajaran, guru seharusnya memiliki rancangan awal tentang apa yang akan diajrkan, agar memiliki arah yang jelas dalam menjelaskan.
5. Tulisan guru di papan tulis terlalu kelas
Sebaiknya tulisan guru harus bisa dijangkau oleh siswa paling belakang bisa dengan cara menanyakan kepada siswa yang paling belakang apakah tulisa  tersebut sudah bisa terlihat.
Dalam kegiatan menjelaskan dibutuhkan suatu ketelitian, kepaduan, keruntutan dan kelogisan antara kalimat satu dengan kalimat yang lain, antara subbab satu dengan subbab berikutnya sehingga akan membentuk sebuah penjelasan yang baik dan utuh.
Dalam kegiatan guru memberikan penjelasan haruslah kreatif, karena guru yang penuh inovasi akan selalu ditunggu para muridnya, tentunya kreasi dan inovasi yang positif. Bagaimana mungkin seorang guru mengajarkan muridnya supaya aktif kalau ia sendiri kontraproduktif. Dari sini diketahui bahwa guru banyak berurusan dengan strategi dalam melaksanakan tugas mengajar sehari-hari.
Dari uraian komponen dan prinsip keterampilan menjelaskan, serta pengalaman pembelajaran, maka terdapat kelebihan dan kelemahan penerapan keterampilan menjelaskan.

F.            Kelebihan penerapan keterampilan menjelaskan
  1. Lebih mudah dalam mengembangkan kemampuan siswa dalam menemukan, mengorganisasi, dan menilai informasi yang diterima.
  2. Lebih mudah dalam memancing meningkatkan kemampuan siswa dalam membentuk dan mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan yang didasarkan atas informasi yang lengkap dan relevan.
  3. Mendorong siswa untuk mengembangka ide-ide dan mengemukakan ide-ide tersebut.
  4. Dapat mengatasi malsalah pembalajaran yang diikuti oleh jumlah peserta didik yang besar.
  5. Merupakan cara yang lebih mudah saat guru akan memulai mengenalkan materi.
  6. Dapat meningkatkan analisa guru terhadap teori yang sedang disampaikan dan guru menjadi benar-benar mengerti isi berita dengan analisa yang lebih mendalam.

G.           Kelemahan penerapan keterampilan menjelaskan:
  1. Bila menjelaskan dilakukan terlalu lama, peserta didik cenderung menjadi karakteristik auditif (mendengar) dan akhirnya menjadi siswa yang pasif.
  2. Apabila selalu digunakan dan terlalu lama maka pembelajaran akan terkesan membosankan.
  3. Bila menjelaskan dilakukan terlalu lama, kesempatan untuk berdiskusi menjadi terlalu sedikit bahkan habis untuk menjelaskan.