FATHUL
MAKKAH
A.
DORONGAN MEMBEBASKAN
MAKKAH
Setahun sesudah Perjanjian Hudaibiyah 2.000 jamaah kaum
Muslimin melakukan ziarah dan Umrah ke Makkah sesuai isi perjanjian itu.
Penduduk Makkah keluar Makkah, tapi dalam jarakyang masih dapat menyaksikan apa
yang dilakukan kaum muslimin disana.
Pada saat itulah mereka menyaksikan kaum Muslimin di
bawah pimpinan Muhammad melakukan ibadah umrah dengan tertib, mengumandangkan
kebesaran Allah, memuji keESAan-NYa. Kemudian mereka akhiri dengan
penyembelihan hewan qurban.
Setelah jamaah kaum muslimin meninggalkan makkah, Khalid
bin walid secara terbuka menyatakan keislamannya kepada pemuka-pemuka Quraisy.
Lalu ia bergabung ke madinah.
Tetapi pemimpin yang lebih berkuasa di suku quraisy
berniat kembali untuk menghancurkan kaum Muslimin. Akan tetapi, keinginannya
itu terhalang oleh perjanjian Hudaibiyah. Pada akhirnya kaum quraisy berupaya
merusak perjanjian tersebut dengan alasan :
1.
Melihat cukup peluang
untuk menghancurkan kekuatan islam, setelah pasukan islam kalah dalam perang
mu’tah
2.
Bertapatan dengan itu
kabilah bani bakr yang selalu berselisih dengan kabilah khuza’ah memihak kepada
Quraisy, sedangkan khuza’ah memihak kepada Muslimin.
3.
Bani Khuza’ah melaporkan
kepada Nabi tentang penghianatan Quraisy terhadap perjanjian Hudaibiyah. Dengan
itu Nabi secara rahasia merencanakan pembebasan Makkah dari kekuasaan kafir
quraisy.
B.
KEBIJAKAN RASULULLAH DALAM
MEMBEBASKAN MAKKAH
a.
Mengihndari pertumpah
darah
Nabi menyadari,
bahwa yang hendak dibebaskan adalah kota suci yang disucikan sejak nabi Ibrahim
membangun ka’bah. Oleh karna itu ia merancang suatu serangan tanpa perlawanan.
b.
Proses
pembebasan/penyerangan
Pasukan besar
terhimpun dari muhajirin, anshar, kabilah-kabilah yang baru masuk islam.
Setelah abbas orang quraisy yang baru masuk Islam bertemu dengan nabi di
madinah dan mengetahui kekuatan muslim, ia menawarkan kan jasa kepada Nabi
untuk menjadi perantara, agar pihak Quraisy menyerah tanpa perlawanan.
Taklama kemudian
datanglah pula abu sofyan bin harist bin Abdul Muthalib yang akhirnya juga
menyatakan masuk islam pada Nabi, dan kemudian kembali ke Makkah. Sesampainya
di Makkah abu sofyan mengumumkan kepada segenap penduduk Makkah “ saya telah
menyaksikan pasukan yang dipersiapkan Muhammad rasulullah. Tak akan kuasa kita
melawannya. Tak ada gunanya kita terus menolak ajakannya. Saya membawa pesan
darinya dengarkanlah baik-baik :
“barangsiapa yang
masuk kerumah abu sofyan , aman !
Barangsiapa yang
tinggal dirumahnya dan menutup pintunya , aman !
Barangsiapa masuk
masjid. Aman ! “
“ itulah pesanya.
Sampaikanlah kepada yang lain, yang tidak hadir disini !”
Maka kota makkah
dengan cepat menjadi sunyi dari lalu lalang orang dijalanan.
c.
Rasulullah menggerakan
pasukannya, memasuki kota makkah dengan empat bagian.
i.
Zubair bin awwan memimpin
pasukan sayap kiri, yang diperintahkan masuk dari utara.
ii.
Khalid bin walid memimpin
pasukan sayap kanan, diperintahkan masuk dari jurusan bawah.
iii.
Sa’ad Ubada memimpin
pasukan Anshar dan kabilah-kabilah sekitarnya, diperintahkan masuk dari barat.
iv.
Abu ‘Ubaidah bin jarrah
memimpin pasukan yang sebagian besar terdiri dari muhajirin, diperintahkan
masuk dari bagian atas di kaki gunung hind. Rasulullah bersama pasukan ini.
Rasulullah memberikan perintah umun “ hindari pertempuran, jangan teteskan darah
kecuali sangat terpaksa “.
Setelah pasukan dipusatkan di ka’bah. Kaum muslimin
yang tertindas, yang selama ini masih di makkah dengan cepat berhamburan
menyambut kehadiran saudara-saudara seagama mereka datang dengan membawa
kemenangan. Masyarakat quraisy yang mengintip dari rumah mereka keluar setelah
tidak dilihatnya ada pertempuran.
Rasulullah menanya kepada kaum Quraisy
“ wahai kaum Quraisy ! bagaimana menurut pekiraanmu
tentang apa yang akan ku perbuat terhadapmu sekarang ?”
“ yang baik-baik, saudara yang mulia dan sepupu yang
mulia “ jawab mereka serempak.
No comments:
Post a Comment