Jeruk

Tuesday, 14 January 2014

FATHUL MAKKAH

FATHUL MAKKAH

A.      DORONGAN MEMBEBASKAN MAKKAH
Setahun sesudah Perjanjian Hudaibiyah 2.000 jamaah kaum Muslimin melakukan ziarah dan Umrah ke Makkah sesuai isi perjanjian itu. Penduduk Makkah keluar Makkah, tapi dalam jarakyang masih dapat menyaksikan apa yang dilakukan kaum muslimin disana.
Pada saat itulah mereka menyaksikan kaum Muslimin di bawah pimpinan Muhammad melakukan ibadah umrah dengan tertib, mengumandangkan kebesaran Allah, memuji keESAan-NYa. Kemudian mereka akhiri dengan penyembelihan hewan qurban.
Setelah jamaah kaum muslimin meninggalkan makkah, Khalid bin walid secara terbuka menyatakan keislamannya kepada pemuka-pemuka Quraisy. Lalu ia bergabung ke madinah.
Tetapi pemimpin yang lebih berkuasa di suku quraisy berniat kembali untuk menghancurkan kaum Muslimin. Akan tetapi, keinginannya itu terhalang oleh perjanjian Hudaibiyah. Pada akhirnya kaum quraisy berupaya merusak perjanjian tersebut dengan alasan :
1.      Melihat cukup peluang untuk menghancurkan kekuatan islam, setelah pasukan islam kalah dalam perang mu’tah
2.      Bertapatan dengan itu kabilah bani bakr yang selalu berselisih dengan kabilah khuza’ah memihak kepada Quraisy, sedangkan khuza’ah memihak kepada Muslimin.
3.      Bani Khuza’ah melaporkan kepada Nabi tentang penghianatan Quraisy terhadap perjanjian Hudaibiyah. Dengan itu Nabi secara rahasia merencanakan pembebasan Makkah dari kekuasaan kafir quraisy.

B.      KEBIJAKAN RASULULLAH DALAM MEMBEBASKAN MAKKAH
a.       Mengihndari pertumpah darah
Nabi menyadari, bahwa yang hendak dibebaskan adalah kota suci yang disucikan sejak nabi Ibrahim membangun ka’bah. Oleh karna itu ia merancang suatu serangan tanpa perlawanan.

b.      Proses pembebasan/penyerangan
Pasukan besar terhimpun dari muhajirin, anshar, kabilah-kabilah yang baru masuk islam. Setelah abbas orang quraisy yang baru masuk Islam bertemu dengan nabi di madinah dan mengetahui kekuatan muslim, ia menawarkan kan jasa kepada Nabi untuk menjadi perantara, agar pihak Quraisy menyerah tanpa perlawanan.

Taklama kemudian datanglah pula abu sofyan bin harist bin Abdul Muthalib yang akhirnya juga menyatakan masuk islam pada Nabi, dan kemudian kembali ke Makkah. Sesampainya di Makkah abu sofyan mengumumkan kepada segenap penduduk Makkah “ saya telah menyaksikan pasukan yang dipersiapkan Muhammad rasulullah. Tak akan kuasa kita melawannya. Tak ada gunanya kita terus menolak ajakannya. Saya membawa pesan darinya dengarkanlah baik-baik :
“barangsiapa yang masuk kerumah abu sofyan , aman !
Barangsiapa yang tinggal dirumahnya dan menutup pintunya , aman !
Barangsiapa masuk masjid. Aman ! “
“ itulah pesanya. Sampaikanlah kepada yang lain, yang tidak hadir disini !”
Maka kota makkah dengan cepat menjadi sunyi dari lalu lalang orang dijalanan.

c.       Rasulullah menggerakan pasukannya, memasuki kota makkah dengan empat bagian.
                                                               i.      Zubair bin awwan memimpin pasukan sayap kiri, yang diperintahkan masuk dari utara.
                                                             ii.      Khalid bin walid memimpin pasukan sayap kanan, diperintahkan masuk dari jurusan bawah.
                                                           iii.      Sa’ad Ubada memimpin pasukan Anshar dan kabilah-kabilah sekitarnya, diperintahkan masuk dari barat.
                                                           iv.      Abu ‘Ubaidah bin jarrah memimpin pasukan yang sebagian besar terdiri dari muhajirin, diperintahkan masuk dari bagian atas di kaki gunung hind. Rasulullah bersama pasukan ini.
Rasulullah memberikan perintah umun  “ hindari pertempuran, jangan teteskan darah kecuali sangat terpaksa “.
Setelah pasukan dipusatkan di ka’bah. Kaum muslimin yang tertindas, yang selama ini masih di makkah dengan cepat berhamburan menyambut kehadiran saudara-saudara seagama mereka datang dengan membawa kemenangan. Masyarakat quraisy yang mengintip dari rumah mereka keluar setelah tidak dilihatnya ada pertempuran.
Rasulullah menanya kepada kaum Quraisy
“ wahai kaum Quraisy ! bagaimana menurut pekiraanmu tentang apa yang akan ku perbuat terhadapmu sekarang ?”
“ yang baik-baik, saudara yang mulia dan sepupu yang mulia “ jawab mereka serempak.

No comments:

Post a Comment