Jeruk

Friday, 31 January 2014

STRATEGI PEMBELAJARAN



1            PENGERTIAN STRATEGI PEMBELAJARAN

Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Strategi bisa juga diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan ada empat strategi dasar dalam belajar mengajar yang meliputi hal-hal berikut :

1.                     Mengidentifikasi serta menetetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagai mana diharapkan.
2.                     Memilih system belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat.
3.                     Memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan tehnik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan gegiatan mengajarnya.
4.                     Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau criteria serta standar keberhasilan hingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan efaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik penyempurnaan system instisional yang bersangkutan.[1]
Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Dalam hal ini tidak seluruh perubahan yang terjadi pada diri individu merupakan perubahan dalam arti belajar.ciri- ciri khusus perubahan tingkah laku dalam pengertian belajar
1.                  Perubahan yang terjadi secara sadar
2.                  Perubahan dalam belajar bersifat continue dan fungsional
3.                  Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif
4.                  Perubahan dalam belajar bukan besifat sementara
5.                  Perubahan yang terjadi dalam belajar itu terarah dan bertujuan
6.                  Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku
Mengajar menurut definisi lama yaitu penyerahan kebudayaan berupa pengalaman-pengalaman kecakapan kepada anak didik. Atau usaha mewariskan kebudayaan masyarakat pada generasi yang berikut sebagai generasi penerus. Sedangkan menurut Dr, Deqeueliy dan Prof. Gazali M.A mengajar adalah menanamkan pengetahuan pada seseorang dengan cara paling singkat dan tepat. Sedangkan menurut definisi yang modern di Negara-negara yang sudah maju yaitu memberikan bimbingan kepada siswa dalam proses mengajar. Dari pendapat pendat yang ada kemudian Alvin W. Howard memberikan pendapatnya bahwa mengajar adalah suatu aktifitas untuk mencoba menolong, membimbing seseorang untuk mendapatkan, merubah atau mengembangkan skill, attitude, ideals (cita-cita), dan appreciations(penghargaan)[2]
Ada tiga jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran, yakni (1) Strategi pengorganisasian pembelajaran, (2) Strategi penyampaian pembelajaran, (3) Strategi pengelolaan pembelajaran. Belajar pada hakikatnya adalah perubahan yang terjadi didalam diri seseorang setelah berakhirnya melakukan aktivitas belajar walaupun dalam kenyataanya tidak semua perubahan termasuk katagori belajar. Sedangkan menurut Nana sujana mengajar pada hakekatnya adalah suatu proses, yaitu proses mengatur, mengorganisasi. Lingkungan yang ada disekitar anak didik, sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong anak didik melakukan proses belajar. Pada tahap berikutnya mengakar adalah proses memberikan bimbingan/ bantuan kepada anak didik dalam melakukan proses belajar akhirnya bila hakikat belajar adalah perubahan maka hakikat belajar mengajar adalah proses pengaturan yang dilakukan oleh guru[3]

2              PENGERIAN STRATEGI PEMBELAJARAN MENURUT PARA AHLI

Menurut Sanjaya (2007) istilah strategi, sebagaimana banyak istilah lainnya. Dipakai dalam banyak konteks dengan makna yang tidak selalu sama. Strategi berarti pola umum perbuatan guru-peserta didik di dalam perwujudan kegiatan belajar-mengajar. Sifat umum pola tersebut berarti bahwa macam dan urutan perbuatan yang dimaksud tampak dipergunakan dan dipercayakan guru-peserta didik di dalam bermacam-macam peristiwa belajar.

Ø    Kemp (1995) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat dicapai
Ø    Kozma (2001) secara umum menjelaskan bahwa strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap kegiatan yang dipilih , yaitu yang dapat memberikan fasilitasi atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan pembelajaran tertentu
Ø    Gerlach dan Ely menjelaskan bahwa pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu
Ø    Dick dan Carey (2007) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran terdiri atas seluruh komponen materi pembelajaran dan prosedur atau tahapan kegiatan belajar yang digunakan oleh guru dalam rangka membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
Ø    Cropper (2998) mengatakan bahwa strategi pembelajaran merupakan pemilihan atas berbagai jenis latihan tertentu yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Ada dua hal yang patut dicermati dari pengertian-pengertian di atas. Pertama, strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaiaan kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya kekuatan dalam pembelajaran. Kedua, strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu.

3              HAKIKAT STRETEGI PEMBELAJARAN

Mengajar adalah proses perubahan prilaku berkat pengalaman dan latihan artinya tujuan kegiatan adalah perubahan tingklah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan, maupun sikap, bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi. Kegiatan belajar mengajar seperti mengorganisasi pengalaman belajar, mengolah kegiatan belajar mengajar, menilai proses dan hasil belajar, kesemuanya termasuk dalam cakupan tanggung jawab guru. Jadi hakikat belajar adalah perubahan. [4]

Belajar bukan sekedar menghapal dan bukan pula mengingat saja. Akan tetapi belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Oleh sebab itu belajar adalah proses proses aktif, proses berinteraksi terhadap semua situasi yang ada disekitar individu, proses yang diarahkan pada tujuan, proses berbuat pengalaman. Belajar adalah proses melihat, mengamati, memahami sesuatu. Apabila kita berbicara tentang belajar, maka kita berbicara bagaimana mengubah tingkah laku seseorang. Inilah dimaksud dengan hakikat belajar. Dengan kata lain dalam proses pengajaran atau interaksi belajar yang menjadi persoalan utama ialah adanya proses belajar pada siswa yakni proses perubhan tingkah laku siswa melalui berbagai pengalaman yang diperolehnya. Dalam konsep ini tersirat bahwa peran guru adalah pemimpin belajar dan fasilitator belajar. Mengajar bukan sekedar menyampaikan pelajaran, melainkan suatu proses membelajarkan siswa. [5]


4              STRATEGI BELAJAR MENGAJAR

Strategi belajar mengajar adalah pola umum yang perbuatan guru-siswa di dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar. Maksudnya, strategi disini menunjuk kepada karekteristik yang abstrak dari rentetan perbuatan guru-siswa di dalam peristiwa belajar mengajar.sedangkan yang rentetan guru-siswa dalam suatu peristiwa belajar mengajar actual tertentu dinamankan prosedur instruksional

5              KONDISI DAN STRATEGI BELAJAR
untuk meningkatkan cara belajar yang efektif perlu memperhatikan beberapa hal, yaitu:

§     Kondisi Internal

Yang dimaksud dengan kondisi internal adalah kondisi(situasi) yang ada di dalam diri siswa itu sendiri misalnya kesehatan, keamanan, ketentraman, dan sebaainya. Menurut Maslow ada tujuh kebutuhan primer manusia yang harus dipenuhi yaitu:
1.                  Kebituhan fisiologis
2.                  Kebutuhan keamanan
3.                  Kebutuhan kebersamaan dan cinta
4.                  Kebutuhan akan status
5.                  Kebutuhan image
6.                  Kebutuhan untuk mengetahui dan mengerti
7.                  Kebutuhan estetika

§     Kondisi Eksternal

Yang dimaksud dengan kondisi eksternal adalah kondisi yang ada diluar diri pribadi manusia.

§     Strategi Belajar

Belajar yang efisien akan tercapai apabila dapat menggunakan strategi belajar yang tepat. Adapun strategi yang perlu diperhatikan yaitu:
1.                  Keadaan jasmani
2.                  Keadaan emosional dan social
3.                  Keadaan lingkungan
4.                  Memulai belajar
5.                  Membai pekerjaan
6.                  Adakan control
7.                  Pupuk sikap optimis
8.                  Waktu bekerja
9.                  Membuat suatu rencana kerja
10.              Menggunakan waktu[6]

6.       KOMPONEN-KOMPONEN STRATEGI PEMBELAJARAN

Ø    Tujuan
Tujuan adalah suatu cita-cita yang ingin dicapai dari pelaksanaan suatu kegiatan.
Ø    Bahan pelajaran
Bahan pelajaran adalah substansi yang akan disampaikan dalam proses belajar mengajar
Ø    Kegiatan belajar mengajar
Kegiatan belajar adalah inti kegiatan dalam pendidikan segala sesuatu yang telah diprogramkan akan dilaksanakan dalamproses belajar mengajar
Ø    Metode
Metode adalah suatu cara yang di[ergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
Ø    Alat
Alat adalah segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pengajaran.
Ø    Sumber pelajaran
Sumber pelajaran yang dimasud adalah sebagai sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat dimana bahan pengajaran terdapat atau asal untuk belajar seseorang
Ø    Evaluasi
Evaluasi adalah kegiatan atau proses untuk mengumpulkan atau menilai data secara sekuas-luasnya, sedalam-dalamnya bertujan mengetahui, mendorong, dan mengembangkan kemampuan belajar peseta didik[7]


[1] Drs. Syahrul Bahri Djamarah dan Drs. Aswan Zain.2006. Strategi Belajar Mengajar. (Jakarta: Rineka Cipta) hal.05
[2] Drs. M. syafil S. 1996. Strategi Belajar Mengajar. (pekanbaru:­­­ tidak diterbitkan) hal.01
[3] Dr. Hamzah B. Uno, M.Pd. 2011. Perencanaan Pembelajaran. (Jakarta: Bumi Aksara) hal.45
[4] Drs. Syahrul Bahri Djamarah dan Drs. Aswan Zain.2006. Strategi Belajar Mengajar. (Jakarta: Rineka Cipta) hal.10
[5] Drs. M. syafil S. 1996. Strategi Belajar Mengajar. (pekanbaru:­­­ tidak diterbitkan) hal.05
[6] Drs. M. syafil S. 1996. Strategi Belajar Mengajar. (pekanbaru:­­­ tidak diterbitkan) hal.07
[7] Drs. Syahrul Bahri Djamarah dan Drs. Aswan Zain.2006. Strategi Belajar Mengajar. (Jakarta: Rineka Cipta) hal.041

No comments:

Post a Comment