Seorang guru
harus dapat menjelaskan berbagai hal kepada peserta didiknya. Penjelasan yang
disampaikan harus sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir peserta didik.
Misalnya guru akan menjelaskan konsep ”atas”. Jika peserta didiknya adalah anak
usia TK (4 – 5 tahun) maka dia harus menjelaskan konsep tersebut secara konkret
dan nyata. Begitu pula pada siswa Tingkat SD, SMP, SMA, dan Tingkat Tinggi.
A. Pengertian Keterampilan Menjelaskan
keterampilan
yaitu kemampuan untuk menggunakan akal, fikiran, ide dan kreatifitas dalam
mengerjakan, mengubah ataupun membuat sesuatu menjadi lebih bermakna sehingga
menghasilkan sebuah nilai dari hasil pekerjaan tersebut.
keterampilan/
kemampuan tersebut pada dasarnya akan lebih baik bila terus diasah dan dilatih
untuk menaikkan kemampuan sehingga akan menjadi ahli atau menguasai dari salah
satu bidang keterampilan yang ada.
Menjelaskan menurut JJ. Hasibuan
dan Moedjiono berarti menyajikan informasi lisan secara sistematis dengan
tujuan menunjukkan hubungan.
Pengertian
menjelaskan adalah mendeskripsikan secara lisan tentang suatu benda, keadaan,
fakta dan data sesuai dengan waktu dan hukum-hukum yang berlaku. Menjelaskan
juga dapat diartikan sebagai penyajian informasi lisan yang diorganisasikan
secara sistematis yang bertujuan untuk menunjukkan hubungan, mislnya antara
sebab dan akibat, atau antara yang diketahui dan yang belum diketahui, atau
antara hukum (dalil dan definisi) yang berlaku umum dengan bukti atau contoh
sehari-hari.
Dari sini
diketahui menjelaskan merupakan aktivitas yang paling sering dilakukan oleh
guru dalam menyampaikan informasi. Dalam kegiatan pembelajaran, menjelaskan
berarti mengorganisasikan, menyajikan, dan menyampaikan materi pembelajaran
dalam tata urutan yang terencana secara sistematis sehingga dengan mudah dapat
dipahami oleh peserta didik.
Maka
keterampilan menjelaskan merupakan suatu aspek penting yang harus dimiliki
guru, mengingat sebagian besar pembelajaran menuntut guru untuk memberikan
penjelasan. Oleh sebab itu keterampilan menjelaskan perlu ditingkatkan agar
suatu pembelajaran dapat mencapai hasil yang optimal.
B. Tujuan Keterampilan Menjelaskan
Beberapa tujuan yang akan dicapai
dalam memberikan penjelasan di kelas, antara lain :
• Untuk membimbing
siswa-siswi memahami dengan jelas jawaban dari pertamyaan “mengapa” yang
dikemukakan oleh guru atau yang diajukan oleh siswa-siswi.
• Menolong
siswa-siswi mendapat dan memahami hukum, dalil, dan prinsip-prinsip umum secara
objektif dan nalar
• Melibatkan
siswa-siswi untuk berfikir memecahkan masalah atau pertanyaan
• Untuk mendapat
umpan balik dari siswa-siswi mengenai tingkat pemahamannya dan untuk menghayati
dan mendapat proses, peralatan, dan penggunaan bukti dalam penyelesaian keadaan
(situasi) yang meragukan (belum pasti).
C. Prinsip-Prinsip Keterampilan Menjelaskan
·
Penjelasan harus
relevan dengan tujuan pembelajaran
·
Guru dapat
memberikan penjelasan apabila ada pertanyaan dari siswa-siswi ataupun
direncanakan oleh guru sebelumnya.
·
Penjelasan itu
sendiri, materinya harus bermakna bagi siswa-siswi.
·
Penjelasan dapat
diberikan di awal, di tengah, ataupun di akhir jam pertemuan (pelajaran),
bergantung pada keperluannya. Penjelasan dapat juga diselingi dengan
tanyab-jawab.
D. Komponen Keterampilan Menjelaskan
Komponen-komponen
Mengajar Menjelaskan dapat ditinjau secara garis besar terbagi dua, yaitu dari
sisi menganalisis dan merencanakan dan penyajian.
·
Menganalisis dan
Merencanakan
·
Sebelum guru memberikan penjelasan, guru harus
merencanakan apa saja yang akan disampaikan dan memperkirakan hal-hal yang akan
terjadi. Adapun yang berkaitan dalam tahap ini yaitu:
·
Materi
·
Menganalisis
masalah secara keseluruhan. Dalam hal ini termasuk mengidenfikasi unsure-unsur
apa yang dihubungkan (dikaitkan) dalam penjelasan itu.
·
Menentukan jenis
hubungan yang ada antara unsure-unsur yang dikaitkan itu.
·
Menggunakan
hukum,rumus, atau generalisasi yang sesuai dengan hubungan yang telah
ditentukan. Dalam hal ini juga termasuk kemungkinan penerapan hokum tadi dalam
peristiwa lain.
·
Peserta Didik
Mengetahui peserta didik sebagai
penerima penjelasan sanghatlah penting bagi guru,karena keberhasilan dan tidak
berhasilnya penjelasan tersebut sangat berpengaruh kepada kesiapan peserta
didik yang mendengarkannya. Hal ini
dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, kemampuan, latar belakang social, dan
lingkungan belajar. Maka dari itu dalam merencanakan harus memperhatikan factor
tersebut. Ada tiga yang harus membimbing
seseorang untuk merencanakan suatu penjelasan, yaitu:
·
Apakah kejelasan
itu releven dengan pertanyaan yang diajukan oleh peserta didik atau
dengan situasi yang kelihatannya membinggungkan mereka.
·
Apakah penjelasan
sudah memadai, yaitu mudah diserap oleh peseerta didik melalui apa yang telah
diketahuinya
·
Apakah penjelasn
itu cocok dengan khazanah pengetahuan anak pada waktu itu.
·
Penyajian
·
Kejelasan
Dalam
menyajikan suatu penjelasan dapat dicapai dengan berbagai cara. Bahasa yang
diucapkan harus jelas kata-katanya, ungkapannya, maupun volume suaranya.
Pembicaraan dilakukan dengan lancer, dengan menghindari kata-kata yang tidak
perlu seperti “ee”, “aa”, “mm”, “hm”, “eh” dan sebagainya. Kalimat disusun
dengan tata bahasa yang baik, dengan menghindari kalimat yang tidak lengkap.
Istilah-istilah teknis ataupun istilah baru harus didefinisikan dengan jelas,
dan hindarilah istilah dan ungkapan yang meragukan seperti, “yang semacam itu”,
“kira-kira sekian”, “dua atau tiga saja cukup”, “satu atau dua minggu”,
“beberapa”. Disamping memperhatikan bahasa yang baik tata kalimatnya, jelas
ucapannya, dan telah didefinisikan istilah baru dan asing, guru juga hendaknya
menggunakan waktu diam senyenak (senyap) untuk melihat apakah yang dijelaskann
itu telah dimengerti oleh siswa-siswi
ebelum dilanjutkan dengan penjelasan lain atau mengajukan pertanyaan.
·
Penggunaan Contoh
atau Ilustrasi
Pola pemberian
contoh dengan mengaitkannya dengan generalisasi (dalil) biasanya menjadikan
penjelasan lebih efektif. Salah atu contoh pola ini yang sangat dianjurkan
untuk digunakan adalah dalil-contoh-dalil, yakni dimulai dengan suatu
pernyataan pendahuluan singkat atau generalisasi (dalil), diikuti dengan
contoh-contoh pernyataan (dalil) tadi, dan disimpulkan dengan mengulang
pertama.
Pada umumnya ada dua pola
menghubungkan contoh dan dalil ini yang mempunyai keefektifan tinggi, yaitu :
o Pola induktif,
yakni guru memberikan contoh-contoh terlebih dahulu, dan akhirnya dari
contoh-contoh tersebut ditarik kesimpulan umum atau dalil (rumus)
o Pola deduktif,
yakni contoh-contoh digunakan untuk memperjelas atau merinci lebih dalam suatu
hokum atau feneralisasi yang telah diberikan lebih dahulu.
Pola mana yang akan dipakai akan
angat bergantung kepada jenis bidang studi, usia siswa, dan latar belakang
pengetahuan murid tentang pelajaran tersebut. Sehubungan juga dengan pola dalil
dan contoh ini adalah penggunaan kata-kata penghubung dan ungkapan-ungkapan
khusus secara teknis dan kelompok istilah yang digunakan unutk menghubungkan
ide-ide dalam suatu penjelasan.
·
Pemberian Tekanan
Untuk
memudahkan belajar, pusatkan perhatian kepada hal-hal yang mendasar dari
masalah-masalah yang dibicarakan, dan pada saat yang bersamaan, kurangi
pembicaraan pada hal yang kurang penting. Bagian keterampilan memberikan
pemberian tekanan terbagi 2 :
1. Mengadakan variasi
dalam gaya mengajar guru. Yang banyak dilakukan adalah memberikan tekanan pada
suara guru dalam butir-butir yang dianggap penting.
2. Membuat struktur
sajian, yaitu memberikan informasi yang menunjukan arah atau tujuan utama
sajian. Hal ini dapat dilakukan dengan tiga cara :
• Dengan
memberikan ikhtisar dan pengulangan,
• Dengan
memarafrase ( mengatakan dengan kalimat lain) jawaban peserta didik,
• Dengan
memberikan (isyarat) lisan seperti “ pertama”, “kedua”, dan sebagainya.
·
Pemberian Balikan
Dalam
menyajikan pengjelasan, guru hendaknya memberi kesempatan kepada siswa-siswi
unutk menunjukkan pemahaman ataupun keraguannya selagi penjelasanya itu
berlangsung. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan dan memberi
kesempatan kepada peserta didik untuk menjawabnya, ataupun dengan memperhatikan
tingkah lakuk dan mimic mereka selama penjelasan itu disajikan.
Berdasarkan
balikan itu guru melakukan penyesuaian dalam penyajiannya, misalnya
kecepatannya, memberikan contoh tambahan atau penggunaannya atau mengulangi
atau menyebut kembali hal-hal yang penting. Pemahaman dan keterlibatan peserta
didik dapat ditingkatkan dengan cara memberikan kesempatan kepada mereka untuk
menyebutkan contoh-contoh berdasarkan pengalaman mereka sendiri.
E. Penerapan Keterampilan Menjelaskan
Pada
hakikatnya fungsi utama menjelaskan adalah sebagai alat komunikasi. Oleh karena
itu, keterampilan guru untuk menjelaskan masalah atau teori kepada siswa harus
mumpuni sehingga siswa mudah menerima dan menyerapnya. Penjelasan oleh guru
selain untuk memberikan pemahaman, juga untuk meningkatkan kemampuan berpikir,
mengungkapkan gagasan, perasaan, pendapat, persetujuan, keinginan, penyampaian
informasi tentang suatu peristiwa dan kemampuan memperluas wawasan.
Pentingnya penguasaan
keterampilan menjelaskan adalah dengan penguasaan ini memungkinkan dapat
meningkatkan efektivitas penggunaan waktu dan penyajian penjelasannya,
mengestimasi tingkat pemahaman siswa, membantu siswa memperluas cakrawala
pengetahuannya, serta mengatasi kelangkaan buku sebagai sarana dan sumber
belajar.
Keterampilan
menjelasakan merupakan salah satu keterampilan yang sangat penting dalam proses
belajar – mengajar, tidak hanya penting bagi siswa, tetapi juga sangat penting
bagi guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Dengan penjelasan guru yang
memicu siswa, maka siswa dapat berbalik mengungkapkan atau mengekspresikan gagasan
atau pendapat, pemikiran, dan perasaan yang dimiliki. Selain itu, dapat
mengembangkan daya pikir dan kreativitas siswa dalam belajar.
Menjelaskan
merupakan suatu keterampilan yang
dipergunakan untuk berkomunikasi secara langsung. Menjelaskan adalah suatu
kegiatan yang aktif dan produktif serta memerlukan cara berpikir yang teratur
yang diungkapkan dengan cara percakapan, penulisan dipapan atu slide, atau
praktek dengan media. Menjelaskan juga dipengaruhi oleh keterampilan produktif lainnya, seperti aspek berbicara maupun
keterampilan reseptif yaitu aspek pemahaman kosa kata, diksi, keefektifan
kalimat, penggunaan ejaan, dan bahasa
tubuh serta keterampilan menggunakan media.
Permasalahan
suatu pembelajaran bisa muncul bersamaan dengan berkembang dan meningkatnya
kemampuan siswa, situasi dan kondisi lingkungan yang ada, pengaruh informasi
dan kebudayaan, serta berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Guru
merupakan kunci dalam pelurusan masalah, mereka berada di titik sentral untuk
mengatur, mengarahkan dan menciptakan suasana kegiatan belajar mengajar yang
yang diinginkan. Oleh karena itu, secara tidak langsung, guru harus lebih
profesional, inovatif, perspektif, dan proaktif dalam kelas, yang salah satunya
dengan cara memberikan suatu pelurusan kepada siswa dengan cara penyampaian
penjelasan yang bisa diterima siswa dengan mudah. Salah satu contohnya adalah
dengan mengulangi pertanyaan yang diungkapkan oleh siswa kemudian menyebarkan
pertanyaan tersebut kepada seluruh kelas. Selanjutnya dari jawaban-jawaban yang
diberikan oleh siswa, guru menyimpulkan atau meluruskan jawaban yang
sebenarnya.
Pada
kenyataannya cara mengajar guru tidak seperti yang diharapkan, guru dalam
melaksanakan kegiatan pembelajaran melakukan kesalahan yang tidak disadari, antara
lain
1. Ketika melakukan kegiatan
menjelaskan, guru hanya duduk terus menerus.
Sebaiknya guru jangan duduk terus
menerus. Dengan adanya perpindahan posisi, akan menciptakan perhatian siswa.
2. Suara guru terlalu pelan, dan
pandangan tidak menyapu.
Sebaiknya suara guru harus dapat
didengar oleh seluruh kelas dan pandangan menyapu ke seluruh kelas.
3. Guru terlalu bertele-tele
Sebaiknya penjelasan yang
diberikan secukupnya, dan diselingi dengan pertanyaan-pertanyaan yang mampu
mengarahkan pada materi yang akan diajarkan.
4. Guru tidak memiliki
perencanaan awal yang akan diajarkan kepada siswa.
Sebelum
melakukan proses pembelajaran, guru seharusnya memiliki rancangan awal tentang
apa yang akan diajrkan, agar memiliki arah yang jelas dalam menjelaskan.
5. Tulisan guru di papan tulis
terlalu kelas
Sebaiknya
tulisan guru harus bisa dijangkau oleh siswa paling belakang bisa dengan cara
menanyakan kepada siswa yang paling belakang apakah tulisa tersebut sudah bisa terlihat.
Dalam kegiatan
menjelaskan dibutuhkan suatu ketelitian, kepaduan, keruntutan dan kelogisan
antara kalimat satu dengan kalimat yang lain, antara subbab satu dengan subbab
berikutnya sehingga akan membentuk sebuah penjelasan yang baik dan utuh.
Dalam kegiatan
guru memberikan penjelasan haruslah kreatif, karena guru yang penuh inovasi
akan selalu ditunggu para muridnya, tentunya kreasi dan inovasi yang positif.
Bagaimana mungkin seorang guru mengajarkan muridnya supaya aktif kalau ia
sendiri kontraproduktif. Dari sini diketahui bahwa guru banyak berurusan dengan
strategi dalam melaksanakan tugas mengajar sehari-hari.
Dari uraian komponen dan prinsip
keterampilan menjelaskan, serta pengalaman pembelajaran, maka terdapat
kelebihan dan kelemahan penerapan keterampilan menjelaskan.
F. Kelebihan penerapan keterampilan menjelaskan
- Lebih mudah dalam mengembangkan kemampuan siswa dalam menemukan, mengorganisasi, dan menilai informasi yang diterima.
- Lebih mudah dalam memancing meningkatkan kemampuan siswa dalam membentuk dan mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan yang didasarkan atas informasi yang lengkap dan relevan.
- Mendorong siswa untuk mengembangka ide-ide dan mengemukakan ide-ide tersebut.
- Dapat mengatasi malsalah pembalajaran yang diikuti oleh jumlah peserta didik yang besar.
- Merupakan cara yang lebih mudah saat guru akan memulai mengenalkan materi.
- Dapat meningkatkan analisa guru terhadap teori yang sedang disampaikan dan guru menjadi benar-benar mengerti isi berita dengan analisa yang lebih mendalam.
G. Kelemahan penerapan keterampilan menjelaskan:
- Bila menjelaskan dilakukan terlalu lama, peserta didik cenderung menjadi karakteristik auditif (mendengar) dan akhirnya menjadi siswa yang pasif.
- Apabila selalu digunakan dan terlalu lama maka pembelajaran akan terkesan membosankan.
- Bila menjelaskan dilakukan terlalu lama, kesempatan untuk berdiskusi menjadi terlalu sedikit bahkan habis untuk menjelaskan.
No comments:
Post a Comment