Pengertian Media Visual
Media berasal dari bahasa latin
merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara”
atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima
pesan. Dalam pendidikan, media diartikan sebagai komponen sumber belajar atau
wahana fisik yang mengandung materi intruksional di lingkungan siswa yang dapat
merangsang siswa untuk belajar. Pengertian media menurut beberapa sumber adalah
sebagai berikut:
1. AECT : media sebagai bentuk
dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi.
2 Gagne : media adalah
berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk
belajar.
3 Briggs : media adalah segala
alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.
Bila kita tinjau dari media pembelajaran yang mempunyai arti segala
sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan sehingga dapat merangsang
pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa
sehingga proses belajar mengajar terjadi. Sedangkan media visual adalah media
yang memberikan gambaran menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak.
Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa media visual merupakan salah satu media
untuk pembelajaran.
Media visual ini lebih bersifat
realistis dan dapat dirasakan oleh sebagian besar panca indera kita terutama
oleh indera penglihatan yaitu :
1. pengertian media
visual menurut para ahli:
Media Visual (Daryanto, 1993:27), artinya semua alat peraga yang
digunakan dalam proses belajar yang bisa dinikmati lewat panca-indera mata.
2. pengertian media
visual yang diperoleh dari situs internet:
Media visual adalah alat atau sarana komunikasi yang dapat dilihat
dengan indra penglihatan (mata)
Manfaat Media Visual
Dalam penggunaannya media visual
memiliki manfaat atau kegunaan. Manfaatnya antara lain:
1. Media bersifat konkrit, lebih realistis
dibandingkan dengan media verbal atau non visual sehingga lebih memudahkan
dalam pengaplikasiannya.
2. Beberapa penelitian membuktikan bahwa
pembelajaran yang diserap melalui media penglihatan (media visual), terutama
media visual yang menarik dapat mempercepat daya serap peserta didik dalam
memahami pelajaran yang disampaikan.
3. Media visual dapat mengatasi keterbatasan pengalaman
yang dimiliki oleh para peserta didik dan dapat melampaui batasan ruang kelas.
Melalui penggunaan media visual yang tepat, maka semua obyek itu dapat
disajikan kepada peserta didik.
4. Lebih efiektif dan efisien dibandingkan media verbal lainnya karena
jenisnya yang beragam, pendidik dapat menggunakan semua jenis media visual yang
ada. Hal ini dapat menciptakan sesuatu yang variatif, dan tidak membosankan
bagi para peserta didiknya.
5. Penggunaannya praktis, maksudnya media visual
ini mudah dioperasikan oleh setiap orang yang memilih media-media tertentu,
misalkan penggunaan media Transparansi Overhead Tranparancy (OHT).
Media Berbasis Visual
Media berbasis visual (image atau
perumpamaan) memegang peran yang sangat penting dalam proses belajar. Media
visual dapat memperlancar pemahaman (misalnya melalui elaborasi struktur dan
organisasi) dan memperkuat ingatan. Visual dapat pula menumbuhkan minat siswa
dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata.
Agar menjadi efektif, visual sebaiknya ditempatkan pada konteks yang bermakna
dan siswa harus berinteraksi dengan visual (image) itu untuk meyakinkan
terjadinya proses informasi.
Bentuk visual bisa berupa (a)
gambar representasi seperti gambar, lukisan atau foto yang menunjukkan
bagaimana tampaknya sesuatu benda; (b) diagram yang melukiskan hubungan –
hubungan konsep, organisasi, dan struktur isi materia; (c) peta yang
menunjukkan hubungan – hubungan ruang antara unsur – unsur dalam isi materi;
(d) grafik seperti tabel, grafik, dan chart (bagan) yang menyajikan gambaran /
kecenderungan ata atau antarhubungan seperangkat gambar atau angka – angka. Ada
beberapa prinsip umum yang perlu diketahui untuk penggunaan efektif media
berbasis visual sebagai berikut.
a. Usaha visual itu sesederhana mungkin
dengan menggunakan gambar garis, karton, bagan, dan diagram. Gambar realistis
harus digunakan secara hati – hati karena gambar yang amat rinci dengan
realisme sulit diproses dan dipelajari bahkan seringkali mengganggu perhatian siswa
untuk mengamati apa yang seharusnya diperhatikan.
b. Visual digunakan untuk menekankan
informasi sasaran (yang terdapat teks) sehingga pembelajaran dapat terlaksana
dengan baik.
c. Gunakan grafik untuk menggambarkan
ikhtisari keseluruhan materi sebelum menyajikan unit demi unit pelajaran untuk
digunakan oleh siswa mengorganisasikan informasi.
d. Ulangi sajian visual dan libatkan
siswa untuk meningkatkan daya ingat. Meskipun sebagian visual dapat dengan
mudah diperoleh informasinya, sebagian lagi memerlukan pengamatan dengan hati –
hati. Untuk visual yang kompleks siswa perlu diminta untuk mengamatinya,
kemudian mengungkapkan sesuatu mengenai visual tersebut setelah menganalisis
dan memikirkan informasi yang terkandung dalam visual itu. Jika perlu, siswa
diarahkan kepada informasi penting secara rinci.
e. Gunakan gambar untuk melukiskan
perbedaan konsep – konsep, misalnya dengan menampilkan konsep – konsep yang
divisualkan itu secara berdampingan.
f. Hindari visual
yang tak – berimbang;
g. Tekankan kejelasan
dan ketepatan dalam semua visual.
h. Visual yang
diproyeksikan harus dapat terbaca dan mudah dibaca.
i. Visual, khususnya
diagram, amat membantu untuk mempelajari materi yang agak kompleks;
j. Visual yang dimaksudkan untuk
mengkomunikasikan gagasan khusus akan efektif apabila (1) jumlah objek dalam
visual yang akan ditafsirkan dengan benar dijaga agar terbatas, (2) jumlah aksi
terpisah yang penting yang pesan – pesannya harus ditafsirkan dengan benar
sebaiknya terbatas, dan (3) semua objek dan aksi yang dimaksudkan dilukiskan
secara realistik sehingga tidak terjadi penafsiran ganda.
k. Unsur – unsur pesan dalam visual itu
harus ditonjolkan dan dengan mudah dibedakan dari unsur – unsur latar belakang
untuk mempermudah pengolahan informasi.
l. Caption ( keterangan gambar )
harus disiapkan terutama untuk (1) menambah informasi yang sulit dilukiskan
secara visual, seperti lumpur, kemiskinan, dan lain – lain, (2) memberi nama
orang, tempat, atau objek, (3) menghubungkan kejadian atau aksi dalam lukisan
dengan visual sebelum atau sesudahnya, dan (4) menyatakan apa yang orang dalam
gambar itu sedang kerjakan, pikirkan, atau katakan.
m. Warna harus
digunakan secara realistik.
n. Warna dan pemberian bayangan
digunakan untuk mengarahkan perhatian dan membedakan komponen – komponen.
sumbernya dari mana itu ya? tlg di balas
ReplyDelete